Translator

ganti warna background

Pilih Warna background yang ada suka

Rabu, 14 November 2012

Proses Bisnis Ramah Lingkungan (Friendly-Environment Business Process)



              Nowadays, global warming campaign has become more popular.Many people aware of global warming effect, and some of them make a positive actions, such as planting trees, reduce air conditioner consumption, using public transportation to traveling for reducing pollution,and etc. Because this, many company try to applicating business process with friendly-environment to support this action. Even, those company whose can make a great solution to”go green”or support this action, will absolutely have  high recommended or maybe have a  lot of consumen.Why?Because, they can attract them with their  friendly-environment business process , or with a “go green”product. What is business process  with friendly-environment? How is the influence to business process? Let’s try to expose and find the answer..


            Di dalam era globalisasi, perencanaan bisnis semakin mengarah ke praktik ramah lingkungan. Perusahaan menerapkan strategi ini demi lingkungan bisnis yang lebih baik di masa depan. Hal ini dipengaruhi oleh dampak pemanasan global yang di akibatkan rusaknya lingkungan di bumi. Dalam dunia usaha peduli lingkungan, kita percaya bahwa memprediksi potensi kerusakan lingkungan adalah jauh lebih baik daripada memperbaiki proses dalam badan usaha setelah kerusakan lingkungan terjadi. Jika prinsip pencegahan dini untuk ikut menjaga lingkungan tidak diterapkan, badan usaha akan dirugikan oleh biaya penggantian kerusakan lingkungan yang lebih besar, risiko finansial yang lebih tinggi, dan citra badan usaha yang memburuk di kalangan konsumen. Sekarang adalah saat yang tepat bagi perusahaan untuk meninjau kembali strategi bisnis yang standar dan menggantinya dengan model bisnis baru yang berkelanjutan.Menurut Julie Urlaub, Managing Partner Taiga Company, konsep ramah lingkungan (green) kini bukan lagi gerakan biasa namun sudah menjadi tuntutan pasar. Jika kita cerdas memanfaatkannya, hal ini bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan para pemimpin perusahaan. Strategi ramah lingkungan apa saja yang perlu diterapkan untuk mengurangi biaya dan menambah nilai perusahaan? 
            Banyak perusahaan yang sudah mengevaluasi besaran pemakaian energi rata-rata per meter persegi dan menerapkan langkah-langkah terbaik untuk menguranginya melalui penelitian konsumsi energi, penerapan langkah efisiensi, modifikasi peralatan, dsb. Juga, mulai menerapkan proses penghematan energi dalam operasionalnya sehari-hari. Langkah yang  bisa dilakukan adalah dengan mengevaluasi tingkat konsumsi energi pada saat jam sibuk dan mengurangi waktu pemakaian energi pada waktu tenggang (off-hour usage) untuk menentukan seberapa besar konsumsi energi yang dipakai oleh perusahaan. Kemudian perusahaan baru bisa mengukur dan merencanakan berapa energi yang  dibutuhkan. Hal ini bisa mengurangi pemakaian listrik dan batubara yang merupakan energi yang tidak dapat diperbarui.
Beberapa contoh inisiatif untuk menggerakkan program  proses bisnis yang ramah lingkungan di antaranya berupa pemberian insentif bagi pekerja yang mau mennggunakan angkutan umum untuk pergi ke kantor dan menggelar program berbagi tumpangan (car/van pooling). Menurut saya, ini bisa mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) dan uang transport yang ditanggung perusahaan untuk membiayai  pegawai bolak-balik bekerja. Jadi, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.Selain itu, dalam proses pengepakan atau produksia, harga produk bisa dipangkas dengan sistem pengemasan yang makin efisien dan ramah lingkungan. Dengan cara memakai kemasan yang ramah lingkungan, seperti kertas yang tidak mudah rusak, atau bahan yang bisa diuraikan (bisa menjadi pupuk bagi tanaman-tanaman). Menurut saya, laboratorium dalam perusahaan dibutuhkan untuk membuat desain maupun produk-produk baru yang lebih baik dan ramah lingkungan.

Allah berfirman dalam QS. Al-‘Araf(7):56  yang berbunyi :“ Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”

Bila kita perhatikan ayat yang berisi larangan agar tidak berbuat  kerusakan di muka bumi tidaklah sedikit. Seperti kita ketahui Allah.swt menciptakan manusia dengan tujuan yang jelas yaitu, agar ia menjadi khalifah di bumi ini. Manusia di beri tugas agar memelihara, menjaga serta mengelola bumi ini. Artinya demi kelangsungan, kepentingan serta kenyamanan kita sebagai manusia,  Allah swt sebagai pemilik tunggal bumi (dan seluruh alam semesta) mengizinkan kita mendaya gunakan bumi dan seluruh isinya secara maksimal tanpa merusaknya. Ini adalah sifat utama-Nya, yaitu Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih).

Dalam jurnal yang berjudul “Achieving a Society for All Ages: a Shared Responsibility... Older Citizens are Ready to Help!”, negara-negara Eropa akan mengalami krisis ekonomi yang sangat parah, keuangan dan sosial. Dikombinasikan dengan penuaan demografi yang cepat, hal ini menciptakan tantangan terbesar Uni Eropa yang pernah dihadapi. Ketimpangan telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir dan pemotongan drastis sedang diperkenalkan dalam pelayanan sosial mempengaruhi orang tua. Otoritas publik, organisasi masyarakat sipil dan peneliti harus bekerja bergandengan tangan dan lintas-perbatasan untuk menemukan cara mengembangkan usia-ramah lingkungan yang akan mendukung penggunaan optimal sumber daya manusia Eropa dan sumber daya yang terbatas.Ini membuktikan bahwa Negara-negara maju, seperti Eropa misalnya.Mereka sudah mulai memperhatikan dan member perhatian khusus untuk menciptakan bisnis yang ramah lingkungan.Tidak hanya terhadap alam saja, namun juga semua orang.
Kita dapat melihat dan merasakan sendiri  akibat dari rusaknya bumi. Banjir, kebakaran hutan, naiknya permukaan dasar laut,  krisis energi, rusaknya lapisan Ozon, pemanasan global adalah beberapa diantara contohnya. Belum lagi berbagai jenis penyakit yang saat ini makin banyak saja ragamnya. Jadi sebenarnya kitalah yang menderita dan rugi bila kita berbuat kerusakan. Oleh karena itu, perusaahaan apapun harus menjaga dan mempergunakan gunakan alam dengan benar. Jangan seenaknya sendiri, hanya karena punya uang, lalu pakai energy seenaknya, boros listrik, membuat polusi dimana-mana tanpa memperhatikan sekitarnya. Bagaimanapun juga, setiap perusahaan tentunya memiliki tanggung jawab atau Corporate social responsibility.Jika diperlukan, perusahaan bisa memanfaatkan konsultan lingkungan untuk menganalisis proses bisnis mereka dan menerapkan praktik ramah lingkungan yang tepat bagi perusahaan.



References
·                     Greenpreneurs.”Prinsip Bisnis Ramah Lingkungan 1: Pencegahan Dini”http://greenpreneurshipchallenge.wordpress.com/2012/05/06/prinsip-bisnis-ramah-lingkungan-1-pencegahan-dini/(diakses tanggal 27 Oktober 2012).
·                       Hijauku.“Proses Bisnis ramah Lingkungan”.http://www.heartline.co.id/eco-family/article59.php(diakses tanggal 27 Oktober 2012).
·                     Edy Djatmiko, Harmanto.” Meniscayakan BisnisHijau”.http://penabulu.org/2012/07/meniscayakan-bisnis-hijau/(diakses tanggal 27 Oktober 2012).
·                     Brussels.” Achieving a Society for All Ages: a Shared Responsibility... Older Citizens are Ready to Help!” http://eresources.pnri.go.id:2056/docview/1041358905?accountid=25704/(diakses tanggal 27 Oktober 2012).
·                     http://www.heartline.co.id/eco-family/article59.php

Tidak ada komentar:

Posting Komentar