Nowadays, global warming campaign has become more popular.Many people aware
of global warming effect, and some of them make a positive actions, such as
planting trees, reduce air conditioner consumption, using public transportation
to traveling for reducing pollution,and etc. Because this, many company try to
applicating business process with friendly-environment to support this action.
Even, those company whose can make a great solution to”go green”or support this
action, will absolutely have high recommended or maybe have
a lot of consumen.Why?Because, they can attract them with
their friendly-environment business process , or with a “go
green”product. What is business process with friendly-environment? How
is the influence to business process? Let’s try to expose and find the answer..
Di
dalam era globalisasi, perencanaan bisnis semakin mengarah ke praktik ramah
lingkungan. Perusahaan menerapkan strategi ini demi lingkungan bisnis yang
lebih baik di masa depan. Hal ini dipengaruhi oleh dampak pemanasan global yang
di akibatkan rusaknya lingkungan di bumi. Dalam dunia usaha peduli lingkungan,
kita percaya bahwa memprediksi potensi kerusakan lingkungan adalah jauh
lebih baik daripada memperbaiki proses dalam badan usaha setelah
kerusakan lingkungan terjadi. Jika prinsip pencegahan dini untuk ikut
menjaga lingkungan tidak diterapkan, badan usaha akan dirugikan oleh biaya
penggantian kerusakan lingkungan yang lebih besar, risiko finansial yang lebih
tinggi, dan citra badan usaha yang memburuk di kalangan konsumen. Sekarang adalah
saat yang tepat bagi perusahaan untuk meninjau kembali strategi bisnis yang standar
dan menggantinya dengan model bisnis baru yang berkelanjutan.Menurut Julie Urlaub, Managing
Partner Taiga Company, konsep ramah lingkungan (green) kini bukan
lagi gerakan biasa namun sudah menjadi tuntutan pasar. Jika kita cerdas
memanfaatkannya, hal ini bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan para
pemimpin perusahaan. Strategi ramah lingkungan apa saja yang perlu
diterapkan untuk mengurangi biaya dan menambah nilai perusahaan?
Banyak
perusahaan yang sudah mengevaluasi besaran pemakaian energi rata-rata per meter
persegi dan menerapkan langkah-langkah terbaik untuk menguranginya melalui
penelitian konsumsi energi, penerapan langkah efisiensi, modifikasi peralatan,
dsb. Juga, mulai menerapkan proses penghematan energi dalam operasionalnya
sehari-hari. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengevaluasi
tingkat konsumsi energi pada saat jam sibuk dan mengurangi waktu pemakaian
energi pada waktu tenggang (off-hour usage) untuk menentukan seberapa besar
konsumsi energi yang dipakai oleh perusahaan. Kemudian perusahaan baru bisa
mengukur dan merencanakan berapa energi yang dibutuhkan. Hal ini bisa mengurangi pemakaian
listrik dan batubara yang merupakan energi yang tidak dapat diperbarui.
Beberapa contoh inisiatif untuk menggerakkan program proses
bisnis yang ramah lingkungan di antaranya berupa pemberian insentif bagi
pekerja yang mau mennggunakan angkutan umum untuk pergi ke kantor dan menggelar
program berbagi tumpangan (car/van pooling). Menurut saya, ini bisa mengurangi
pemakaian bahan bakar minyak (BBM) dan uang transport yang ditanggung
perusahaan untuk membiayai pegawai bolak-balik bekerja. Jadi, sekali
dayung dua tiga pulau terlampaui.Selain itu, dalam proses pengepakan atau
produksia, harga produk bisa dipangkas dengan sistem pengemasan yang makin
efisien dan ramah lingkungan. Dengan cara memakai kemasan yang ramah
lingkungan, seperti kertas yang tidak mudah rusak, atau bahan yang bisa
diuraikan (bisa menjadi pupuk bagi tanaman-tanaman). Menurut saya, laboratorium
dalam perusahaan dibutuhkan untuk membuat desain maupun produk-produk baru yang
lebih baik dan ramah lingkungan.
Allah berfirman dalam
QS. Al-‘Araf(7):56 yang berbunyi :“ Dan janganlah kamu
membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan
berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan
dikabulkan).Sesungguhnya rahmat Allah
amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”
Bila kita perhatikan ayat yang berisi larangan agar tidak berbuat kerusakan di muka bumi tidaklah sedikit. Seperti kita ketahui Allah.swt menciptakan manusia dengan tujuan yang jelas yaitu, agar ia menjadi khalifah di bumi ini. Manusia di beri tugas agar memelihara, menjaga serta mengelola bumi ini. Artinya demi kelangsungan, kepentingan serta kenyamanan kita sebagai manusia, Allah swt sebagai pemilik tunggal bumi (dan seluruh alam semesta) mengizinkan kita mendaya gunakan bumi dan seluruh isinya secara maksimal tanpa merusaknya. Ini adalah sifat utama-Nya, yaitu Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih).
Bila kita perhatikan ayat yang berisi larangan agar tidak berbuat kerusakan di muka bumi tidaklah sedikit. Seperti kita ketahui Allah.swt menciptakan manusia dengan tujuan yang jelas yaitu, agar ia menjadi khalifah di bumi ini. Manusia di beri tugas agar memelihara, menjaga serta mengelola bumi ini. Artinya demi kelangsungan, kepentingan serta kenyamanan kita sebagai manusia, Allah swt sebagai pemilik tunggal bumi (dan seluruh alam semesta) mengizinkan kita mendaya gunakan bumi dan seluruh isinya secara maksimal tanpa merusaknya. Ini adalah sifat utama-Nya, yaitu Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih).
Dalam jurnal yang berjudul “Achieving a Society
for All Ages: a Shared Responsibility... Older Citizens are Ready to Help!”, negara-negara Eropa akan mengalami krisis ekonomi yang sangat parah,
keuangan dan sosial. Dikombinasikan dengan penuaan demografi yang cepat, hal
ini menciptakan tantangan terbesar Uni Eropa yang pernah dihadapi. Ketimpangan
telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir dan pemotongan
drastis sedang diperkenalkan dalam pelayanan sosial mempengaruhi orang
tua. Otoritas publik, organisasi masyarakat sipil dan peneliti harus
bekerja bergandengan tangan dan lintas-perbatasan untuk menemukan cara
mengembangkan usia-ramah lingkungan yang akan mendukung penggunaan optimal
sumber daya manusia Eropa dan sumber daya yang terbatas.Ini membuktikan bahwa
Negara-negara maju, seperti Eropa misalnya.Mereka sudah mulai memperhatikan dan
member perhatian khusus untuk menciptakan bisnis yang ramah lingkungan.Tidak
hanya terhadap alam saja, namun juga semua orang.
Kita dapat melihat dan merasakan sendiri akibat dari rusaknya bumi.
Banjir, kebakaran hutan, naiknya permukaan dasar laut, krisis energi,
rusaknya lapisan Ozon, pemanasan global adalah beberapa diantara contohnya.
Belum lagi berbagai jenis penyakit yang saat ini makin banyak saja ragamnya.
Jadi sebenarnya kitalah yang menderita dan rugi bila kita berbuat kerusakan.
Oleh karena itu, perusaahaan apapun harus menjaga dan mempergunakan gunakan
alam dengan benar. Jangan seenaknya sendiri, hanya karena punya uang, lalu
pakai energy seenaknya, boros listrik, membuat polusi dimana-mana tanpa
memperhatikan sekitarnya. Bagaimanapun juga, setiap perusahaan tentunya
memiliki tanggung jawab atau Corporate social
responsibility.Jika diperlukan, perusahaan bisa memanfaatkan konsultan
lingkungan untuk menganalisis proses bisnis mereka dan menerapkan praktik ramah
lingkungan yang tepat bagi perusahaan.
References
·
Greenpreneurs.”Prinsip Bisnis Ramah Lingkungan 1:
Pencegahan Dini”http://greenpreneurshipchallenge.wordpress.com/2012/05/06/prinsip-bisnis-ramah-lingkungan-1-pencegahan-dini/(diakses tanggal 27 Oktober 2012).
·
Hijauku.“Proses Bisnis
ramah Lingkungan”.http://www.heartline.co.id/eco-family/article59.php(diakses
tanggal 27 Oktober 2012).
·
Edy
Djatmiko, Harmanto.” Meniscayakan BisnisHijau”.http://penabulu.org/2012/07/meniscayakan-bisnis-hijau/(diakses tanggal 27 Oktober 2012).
·
Brussels.” Achieving a Society for All
Ages: a Shared Responsibility... Older Citizens are Ready to Help!”
http://eresources.pnri.go.id:2056/docview/1041358905?accountid=25704/(diakses tanggal 27 Oktober 2012).
·
http://www.heartline.co.id/eco-family/article59.php